Articles

Kumpulan Ksatria Fantasi Indonesia

Arjuna as seen in the Javanese shadow puppet p...

surosena & robotik by Tubagus Arief Zulfianto

surosena & robotik by Tubagus Arief Zulfianto

Sejak abad lampau, Indonesia telah menciptakan komik.  Nampak pada hasil wayang beber atau wayang bergambar yang merupakan pengembangan dari wayang kulit. Dan wayang adalah karakter seni budaya yang tercatat terdahulunya muncul dari Jawa sejak 1500 sm., atau bce.

Indonesia sejak kemerdekaannya telah menghasilkan komik. Di tahun 1970-an bahkan pernah muncul booming komik termasuk karakter superhero atau ksatria fantasi dari Indonesia. Contohnya komik-komik Wayang Pandawa seperti Arjuna, Gatot kaca, Bambang Wisanggeni, hingga komik punakawan ala buatan Tatang S., meliputi karakter Petruk, Gareng, Bagong. Di India pun tidak terdapat karakter komik  punakawan. Komik punakawan yang tahun awal 1980-an berhalaman tebal, dan semakin kemudian berhalaman semakin tipis. Dalam cerita komik punakawan hampir mirip ceritanya seperti petualangan karakter Walt Disney seperti cerita Donal Bebek, Miki Tikus, Gufi. Cuma bedanya di komik tumaritis/ punakawan tidak ada karakter Gober Bebek.

Wayang shadow-puppet (Bali, early 20th century)

Image via Wikipedia

Jaka Sembung

Image via Wikipedia

Dan model lainnya adalah komik Pendekar, biasanya pendekar silat berhubung silat adalah ilmu bela diri dari Indonesia.

Yang serial figurnya adalah Jaka Sembung, Kinong, Si Buta dari Gua Hantu, dll.

Sejarah komik superhero dari Amerika Serikat dan ksatria fantasi di antara inovasi atau plagiat dari Indonesia.

Asal mula komik superhero berasal dari Amerika Serikat. Tapi asal mula komik ksatria fantasi? Dari jaman kemunculannya wayang kulit hingga menjadi wayang beber sejak lampau di Jawa telah menandakan kemunculan karakter ksatria fantasi telah lama dari Indonesia.

Dari sumber sejarah, di sebutkan kemunculan komik Superhero di Amerika Serikat di pengaruhi situasi dari masa perang dunia II. Di mana dari versi Allies/sekutu membangkitkan semangat patriotisme / sebagai pahlawan bangsanya melawan aksi penjajahan tirani Adolph Hitler melalui serdadu NAZInya.

Namun di Indonesia juga muncul versi patriotismenya, ketika kontroversi kekecewaan yang teramat sangat akibat pasukan sekutu usai menundukkan Jepang di perang Asia Pasifik Raya, tepatnya setelah menduduki benteng terakhir pasukan Jepang ( yang memang penjahat perang di masa PD II ) di Tsukibachi, kemudian tamak melanjutkan ekspedisi armada militernya dengan ratusan kapal perangnya yang tadinya di khawatirkan pasukan pertahanan Jepang di Tsukibachi pindah ke Indonesia yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya. Ekpedisi Allies/ sekutu tersebut adalah terdiri dari serdadu Belanda, Inggeris dan Amerika Serikat, di mana Amerika Serikat hendak turut membantu dan ambil bagian Belanda dan Inggeris untuk menjajah kembali di Indonesia ( nekolim/ neo kolonialisme ).

Mungkin di sejarah dan film buatan Amerika Serikat cuma nampak kehebatan dan patriotisme Amerika Serikat dan sekutu waktu berperang melawan NAZI Jerman yang di sebutnya dan Israel sebagai penjahat perang PD II, tapi juga menjadi menjadi pejahat perang ketika mulai tamak telah melakukan ultimatum untuk menjajah hingga memerangi, dan melakukan pemborbardiran dan pembantaian di Indonesia di akhir PD II.
Untungnya Albert Einstein pencipta bom atom, setelah melihat hasil ciptaannya menimpa Hiroshima Nagasaki yang membuat Jepang sebagai penjahat perang menyerah pada sekutu, tidak mau lagi menciptakan bom atom.

Jepang perwakilan Asia pencipta figur aksi Ksatria Robot pertama.

Cina dan Indonesia adalah negara di Asia yang melakukan perlawanan gerilya meraih kemerdekaan negaranya terhadap kembali masuknya misi nekolim pasukan sekutu. Keduanya juga sama-sama negara yang sempat merasakan penderitaan kala di jajah Jepang. Kemudian bangkit melakukan perlawanan dan mengalahkan Jepang, termasuk dengan menggunakan ilmu seni bela dirinya.  Bahkan info sejarah misal melalui film juga ada menceritakan pendekar Jepang menantang pendekar Cina atau Indonesia adu ilmu bela diri negaranya masing-masing, tapi malah pendekar Jepang yang kalah. Kemudian seperti cerita film kebanyakan tentara Jepang menggunakan senjata bedil modernnya.

Tapi negara Barat juga mengakui, bahwa dari negara-negara Asia asal bermacam seni bela diri besar di jumpai.

Mungkin di Asia, Negara Indonesia, Cina dan Jepang-lah pelopor pembuat figur-figur aksi komik Ksatria fantasi sejak tahun 1950-an.

Contoh-contoh komik Ksatria fantasi dari Indonesia, Cina, Jepang seperti panji Naga Sakti, Voltus, Samurai, Pendekar Rajawali Sakti, Jaka Sembung, Godam, Ultraman. Dan dari Jepang-lah pelopor di dunia pembuat figur ksatria berjubah robot-robot.

Beberapa komik superhero atau ksatria fantasi dari Indonesia sejak awal kemunculannya ( 1970-an ) adalah Godam, Gundala putera petir, Aquanus, Maza, Kapten Halilintar, Virgo, hingga laba-laba merah ( jantan ) dan laba-laba mirah betina.

Komik fabel dan ksatria fantasi dari Indonesia sejak lampau.
Sejak masa lampau dari Indonesia sudah muncul cerita fabel jauh sebelum kehadiran karakter Walt Disney seperti Donal bebek, Miki Tikus, Gufi. Contohnya terdapatnya cerita kura-kura yang sombong ( akibat kesombongannya dari burung merpati kemudian terjatuh di terkam buaya ). Cerita ini berasal dari relief candi peninggalan Sailendra ( Di Indonesia di kenal sebagai Sailendra, Dharmasraya dan Dharmawangsa). Ada juga cerita percakapan monyet dan buaya ( bercerita monyet mengakali buaya hingga lolos selamat dari terkaman buaya ). Candi peninggalan Sailendra tersebar di berbagai wilayah di Indonesia contoh di Jawa ( lokasi pertama wangsa Sailendra mendirikan kerajaan dan ibukota kerajaannya sejak bangsanya terpinggirkan setelah di kalahkan ekspansi dari kerajaan Chenla / suku bangsa Cina Selatan ).
Lintasan sejarah Indonesia dengan Asia Tenggara dan perubahan wayang, bibit gambar, komik, lukisan dan seni rupa di Indonesia.
Di masa Mataram kuno atau sekitar abad 8 m., kerajaan Sailendra dari Jawa memimpin ekspedisi untuk membalas pada Chenla. Dan ekspedisi Sailendra bersama tentara Jawa berhasil menduduki segenap wilayah di Indo cina, meliputi Kamboja, Laos, dan Semenanjung Malaysia.
Pasukan Sailendra Jawa mengejar pasukan Chen-la yang bertahan di Vietnam. Dan pasukan Sailendra Jawa  tidak mampu lagi menembus masuk Vietnam, karena khawatir pertahanannya terpancing melewati batas kesanggupan, dan pasukan Chenla mendapat bantuan dekat dari Cina Selatan di Vietnam. Walau jadinya pasukan Sailendra Jawa menambah pendudukannya di Laos. Demikianlah cerita pasukan Sailendra Jawa yang sejak lampau telah terlebih dahulu melakukan ekspansi jauh sebelum pasukan Amerika Serikat yang justru gagal melakukan ekspansi di sekitar Vietnam, Laos dan Kamboja, tapi justru mau di kuasai bangsa Indonesia.
Di masa pasukan AS hendak melakukan pendudukan di Vietnam, justru Presiden Soekarno menarik pasukan Indonesia untuk tidak ikut membantu AS menggempur bangsa Vietnam. Di samping Indonesia waktu itu juga di katakan Soekarno sebagai negara Demokrasi / Nasakom (Nasional, Agama, dan Komunis) yang tidak menentang komunis. Sedangkan kontroversi pada AS adalah karena latar termasuk negara nekolim/ kapitalis nekolim yang berkedok demokrasi (demokrasi liberal paradoks).
Pasukan Chen-la yang lainnya menyelamatkan diri mengungsi ke dua arah ke arah barat dan selatan Kamboja, dan kemudian terpecah lagi menjadi 2 chen-la, Chen-la air di Siam/ Thailand, dan Chen-la bumi di Bhurma/ Myanmar kini.
Bagian penting sejarah dari berdirinya negara Bhurma dan Siam, ternyata juga berasal sebab-akibat dari kedatangan pasukan Sailendra Jawa.
Dari film sejarah juga di temukan terjadinya perang saudara antara 2 kerajaan Bhurma dan Thailand (Mongkut) yang menjadi musuh bebuyutan berebutan siapa yang paling berkuasa di sekitar Burma dan Siam/ wilayah wangsa Chen-la Selatan.
Setelah terjadi pralaya antara Rakai Pikatan dan adiknya Indrawangsa, Sailendra terpecah jadi 2, Dharmawangsa di Jawa, dan Dharmasraya Sriwijaya ( Indrawangsa) ke Sumatera. Dharmasraya juga di kenal sebagai bangsawan Mohrat pendiri kasultanan Islam pertama di Aceh, Perlak dan Samudera Pase. Kekuasaan Sailendra pun terpengaruh terpecah di Indo Cina yang tadinya sempat di kuasainya. Wangsa Sailendra yang juga kekerabatannya Dharmawangsa dan Dharmasraya di Kamboja juga mendirikan kerajaannya sendiri setelah tadinya kesatuan dan bawahan kerajaan Sailendra yang berpusat di Jawa.
Bangsa Sailendra sebenarnya serupa dengan bangsa Indonesia, asal-usul nenek moyangnya sama-sama dari keturunan Austronesia/ suku bangsa Afrika. Di Kamboja di sebut Funam/Phnom, di Indonesia di sebut Keling di Jawa. Makanya di Asia Tenggara terdapat jenis suku bangsanya yang serupa keindoAfrikaan dan yang ke indo-Cinaan.
Pada suatu ketika di masa regenerasi Raja Kamboja Jayawarman kesekian, Kamboja mendapat serangan dari Siam. Bahkan Kamboja sempat di duduki oleh Siam. Beberapa penari cantik-cantik dari Kamboja yang terdiri dari orang India, Melayu, Austronesia juga ikut di tangkapi oleh pasukan Siam. Hingga dari sejarah tersebut terdapatlah wilayah di Kamboja di namai Siam Rep.
Kerajaan Sriwijaya Dharmasraya meluaskan ekspansinya menguasai Semenanjung Melayu, dan sempat menduduki Pajajaran/ Negara Sunda di masa itu. Dan Dharmasraya Sriwijaya sempat di duga oleh di antara peneliti sejarah, (R.Soekmono) memberikan bantuannya pada Raja Wara-Wuri hingga nyaris melenyapkan kerabatnya  Dharmawangsa  akibat dendam regenerasinya dari masa Indrawangsa yang pernah di kalahkan oleh saudara iparnya Rakai Pikatan. Namun Airlangga putera kemenakannya Dharmawangsa Teguh bangkit  kembali mendirikan Kahuripan sebagai penerus keberadaan Dharmawangsa di Jawa. Dan dengan susah payah akhirnya mengalahkan Raja Wara-Wuri seterunya di Jawa.
Kerajaan Sriwijaya Dharmasraya karena semakin berkembang dan sebagai pedagang ulet yang justru berhasil mengembangkan semenanjung Melayu sebagai kawasan bandar perdagangannya membuat iri negara tetangganya, kerajaan Cola di Srilangka.
Tadinya telah terjalin hubungan diplomatik antara kerajaan Cola dengan Sriwijaya tiba-tiba berbalik menjadi serangan mendadak kerajaan Cola ke Sriwijaya. Raja Sriwijaya juga tertangkap dan di perintah mencium kaki Raja Cola sebagai tanda Sriwijaya kini tunduk menjadi bawahan kerajaan Cola. Tapi beberapa waktu kemudian Kerajaan Sriwijaya membalas membalik keadaan menundukkan kerajaan Cola di Srilangka.
Tapi setelah mengalami serangan dari kerajaan Cola membuat Sriwijaya juga terpengaruh lemah dan lepasnya daerah kekuasaannya seperti Pajajaran di Sunda.
Bahkan setelah Pajajaran memerdekaan kerajaannya dari bawahan Sriwijaya, semakin bertumbuh besar, hingga menjadi serupa termasuk kelompok oposisi tiga kerajaan besar Indonesia di masa itu, Sriwijaya, Pajajaran dan Mojopahit.
Setelah masuknya Islam ke India yang menjadi Gujarat, terdapat pula kegiatan syi’ar ( misi penyebaran agama Islam) ke sekitar Asia Tenggara.
Waktu itu Gujarat di kuasai oleh Dinasti Abbasiyah dan kelompok Sunni di wakili pasukan Sarasennya Salahuddin al-‘Ayub yang setelah memenangkan perang terhadap pasukan Salib di Timur Tengah, kemudian mengirim laskar Sarasen ke Indonesia. Makanya kemudian terdapat peranakan-peranakan Sarasen di Indonesia, contoh di Deli Serdang Bedagai, Surosowan Banten/ di Jawa Barat, Sragen di Jawa Tengah, Surabaya di Jawa Timur, Seram di Maluku, Sorong di wilayah kasultanan Kaimana/Papua Barat, dll.
Tujuan utama masuknya pasukan Sarasen ke Indonesia yang telah terkenal sebagai daerah kaya hasil rempah di masa lalu, sebenarnya adalah untuk mencegah dari masuknya penjajahan pasukan Salib Barat setelah peristiwa kedatangan pendudukannya di Palestina. Supaya Islam ( kaum Sunni ) duluan yang berkuasa di Indonesia.
Salahuddin al-Ayubi panglima Sepuh utama laskar Sunni  (Sarasen) ada berkata,” Tiada paksaan dalam agama. Nabi Muhammad SAW., juga tidak mengajarkan paksaan dalam agama.” Bahkan Salahuddin juga yang melarang pasukan Sarasen menghancurkan gereja-gereja di Palestina. Bahkan Salahuddin juga mencontohkan untuk memelihara peninggalan masjid dan sekolah Syi’ah dari peninggalan dinasti Syi’ah Fatimiyah, yakni Al-‘Azhar.
Lagipula setelah kemenangan Salahuddin dan laskar Sarasen, juga menandakan kaum Sunni penguasa dunia di beberapa wilayah negara sedari masa itu. Yang kenyataannya pewaris Raja-raja dengan saidinnya di beri hak istimewa, dan segenap pemimpin negara yang  berkuasa di wilayah yang di masuki laskar Sarasen adalah juga berasal dari kaum Sunni, termasuk seperti di Indonesia.  Sudah cukuplah bahagian tersebut dan bayarkan pula hak-hak selayaknya, seperti sabda Nabi Muhammad SAW.,”Bayarlah hak masing-masing!” Yang di butuhkan rakyat utamanya adalah soal kesejahteraan ekonominya dan penghidupan layak buat tiap-tiapnya. Tambahan lagi ketenteraman, seperti sabda Nabi SAW., sambil memandang pada Hasan ra., dan pada segenap umat Islam,”Cucuku ini sayid, dan di harapkan menjadi pendamai.”
Wali yang masuk ke Kamboja adalah wali yang sebelumnya pernah di angkat menjadi Guru Besar agama Islam di Rum Turki. Syekh Maulana Maghribi/ Ibrohim Zaenal Akbar, kakek pamannya (Aki di sebutan Sunda) Ki Sunan Gunung Jati.
Syekh Maulana Maghribi juga turunan langsung Syekh Jamaluddin al-Husain sepupunya Raja Islam Irak, Sulaeman. Jadi masih kemenakannya sisa Sultan Abbasiyah Irak di abad 13 m. Di Kamboja, Raja Anom menerima kedatangan Syekh Maghribi dengan baik. Bahkan Syekh Maulana Maghribi menjadi menantunya, menikahi puteri Raja Kamboja. Dan Raja Anom juga mualaf masuk Islam, beserta puteri-puteri dan puteranya bakal putera mahkota Kamboja.
Sampai kemudian dari pernikahan Syekh Maulana Maghribi dan puteri Kamboja menghasilkan keturunan Raden Ali Murtala dan Raden Ali Rahmat. Raden Ali Murtala dan Raden Ali Rahmat kemudian pergi menyusul Bapaknya Syekh Maulana Maghribi yang meneruskan misi syi’arnya ke Jawa, atau ke Mojopahit, yang waktu itu sebagai Kaisar yang sangat berpengaruh dan besar kekuasaannya di Asia Tenggara.
Syekh Maulana Maghribi, Raden Ali Murtala dan Raden Rahmat nantinya termasuk menjadi Wali-wali songo pelopor. Syekh Maulana Maghribi yang pertama tiba di Jawa di Banten, sempat mendirikan pengguron yang ruangnya masih terdapat di masjid ageng Banten. Dan juga di kenal sebagai Ki Sunan Gresik, pendiri Gresik. Raden Rahmat kemudian di kenal sebagai Ki Sunan Ampel, pendiri dan Ketua pertama Dewan Wali Songo. Yang kemudian jabatannya di teruskan oleh Wali Pandhita Ratu/ Wali Raja, Ki Sunan Gunung Jati sebagai penerus Ketua II Dewan Wali Songo. Setiap Wali Songo adalah bersaudara, juga anak cucu cicit keturunannya yang juga di antaranya menjadi Sultan-sultan dan bangsawan di Indonesia.
Pada tahun kesekian, kasultanan Anom Kamboja melakukan ekspansi ke Siam. Dan berdirilah kasultanan Pahang ( Phnom Anom ) yang puncak kekuasaannya di masa Sultan Mudzaffarsyah. Sedari waktu itu Kasultanan Pahanglah penguasa di Siam, yang bahkan menguasai dinasti Mongkut / Thaksin.
Makanya di Siam atau Kamboja seperti di Indonesia ada yang pribuminya berupa bermata bulat Melayu Austronesia/Melayu Afrika, dan ada yang sipit seperti keindocinaan Chen-la atau Yunan yang termasuk suku bangsa Polinesia Asia Tenggara di samping yang indo Weddie. Yang indo Weddie biasanya turunan Raja-raja atau di sebut dari kasta Raja/ kasta Arya dari turunan wangsa Raja-raja India yang pernah di masuki hellenisme sejak masuknya Raja Aleksander Agung yang juga indo Yunani dan Jerman.
Nasib kasultanan Pahang di Siam kemudian sirna setelah masuknya imprealisme Portugis ke Asia Tenggara, setelah menguasai Gujarat.
Istana kasultanan Pahang yang dulu penguasa Siam setelah masuknya penjajahan barat tinggal menjadi puing-puing situs kenangan sejarah, yang di sekitarnya terdapat perkampungan muslim Siam (Pattaya), kampung Melayu dan kampung Jawa.
Kelak setelah Airlangga membagi 2 kerajaan Kahuripan untuk 2 puteranya menjadi Janggala dan Panjalu. Panjalu terbagi lagi menjadi kerajaan Panjalu dan Kediri.  Kerajaan Panjalu di Ciamis, Jawa Barat dan kerajaan Kediri.
Kemudian dari Kediri, tonggak kemunculan kerajaan Singosari dan Mojopahit.
Di masa kerajaan Singosari dan Mojopahit, Dharmawangsa dan Dharmasraya setelah berabad-abad lamanya terjadi perang dingin di antaranya, di persatukan kembali dengan jalinan ikatan pernikahan. Bahkan sebelum Paramisora, Raja pertama dan pendiri kerajaan Malaysia menikah dengan Megatiskandarsyah, puteri Samudera Pase. Makanya puteranya Paramisora juga kemudian mengaku juga sebagai turunan Dharmasraya. Bahkan sebenarnya menurut tulisan R. Soekmono Paramisora sebelumnya adalah peranakan Kulisadhara ( dari Dharmasraya ) dan Blambangan yang melarikan diri ke Malaka ketika pasukan Mojopahit Wikramawardhana datang menyerbu Kulisadhara.
Kini peranakan Blambangan Indonesia atau di sebut juga kelompok Bang Wetan adalah termasuk kelompok saidin Surosowan Banten, wangsa Raja Bali, wangsa Raja Bugis ( termasuk wangsa Raja Siak/Riau),  bangsawan Jawa Timur, dan Gresik
(Surakarta /Mangkunegaran) kini termasuk keluarga Cendana/keluarga Soeharto.
Di masa Wali Songo terjadi perubahan pada wayang. Perubahan tersebut terjadi akibat perdebatan antara Ki Sunan Giri dan Ki Sunan Kalijaga.
Lantaran ada ulama yang juga iri pada ketenaran Ki Sunan Kalijaga yang melakukan syi’ar dengan kemampuan seninya yang sekaligus mampu memberikan hiburan dan menarik massa penggemar lebih banyak, kemasan dan dakwahnya tidak bermuatan ajaran yang keras-keras, membuat banyaknya muncul kritikan padanya.
Lantaran terjadi perdebatan antara Ki Sunan Giri  ( yang juga dari mazhab Maliki/Hambali) yang di anggap terlalu memberi masukan keras, seperti melarang menggambar atau membuat karya seni rupa yang realis, nyatanya di sejarah tercatat kemudian Ki Sunan Kalijaga mendekat ke Ki Sunan Gunung Jati ( yang mazhab Syafi’i), yang tidak terlalu memberikan pemberitahuan kekangan aturan di seni. Lantaran di mazhab Syafi’i terdapat ucapan Syekh Syafi’i bid’ah/buatan ada 2 macam, bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) atau bid’ah dholim ( buatan yang tidak baik), dan yang bid’ah hasanah yang di perbolehkan bid’ah dholim yang tidak.
Nyatanya kemudian juga pernah terjadi pertentangan antara hadiningrat Mataram dengan Surakarta ( Amangkurat ) yang turunannya Sultan Giriprapen turunannya Ki Sunan Giri, lantaran sampai menjadi marsosenya kolonial Belanda.
Dan dari hadiningrat Mataram kemudian muncul juga sosok Raden Saleh Syarif Bustaman, kemudian di susul Raden Basuki Abdulah dari Surakarta yang ternyata karya-karyanya tidak mengikuti aturan kakek buyutnya Ki Sunan Giri pada Ki Sunan Kalijaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: