Articles

Jurnal Petualangan agen 005-Surosena: Perjuangan Kemerdekaan: Bumpy Johnson dan Mafia Harlem

In Uncategorized on 13 February 2013 by tbrmariefz

Surosowan Tb Arief Z-flamming art
Font Satria Surosena. By Tb Arief Z-flamming art
Surosowan Tb Arief Z-flamming art
Sket-1. Cover Perjuangan Merdeka. By Tb Arief Z-flamming art

Amerika, Chicago, New York,  Brooklyn, Harlem, geng dan mafia

Di kota New York kini juga terdapat konglomerat  modern, salah satunya Donald Trump. Donald Trump juga pro kapitalisme, karena dirinya sedang kaya. Di samping pendapatnya justru kapitalisme sebagai kontrol ekonomi negara. Tapi pendapatnya pula mendapat reaksi dari Barack Husein Obama, bahwa kapitalisme justru apatis pada penduduk kelas menengah ke bawah.

Di jaman dulu, mulanya kota New York bernama New Amsterdam. Bangunan-bangunan tuanya nampak berciri Belanda.

Karena memang di dirikan oleh Belanda sebagai kota pelabuhan, mungkin di sekitar abad 16 m.

Setelah Belanda memenangkan perang melawan Spanyol, Amerika juga jadi di masuki Belanda.

Bahkan di antara orang Belanda menjadi warga lama di Amerika.

Tapi, walau demikian Amerika Serikat wakil-wakil negara pertama pengesah kemerdekaannya adalah kesultanan Banten Darussalam (Indonesia) dan kekaisaran Perancis di abad 17 m.

Makanya wilayahnya ada yang bernama Arizona, Florida yang bahkan terletak di kawasan pantai California. Termasuk obyek wisatanya Amerika Serikat. Dengan pemandangan bikini, pohon palm.

Tapi di asal Floridanya di Banten, juga terdapat pepohonan kelapa, tapi bikininya tidak bisa bebas.

Bahkan walau di obyek wisata di Ancol, kota Jakarta.

Atau di banding pantai Kute di Bali.  Karena pula terdapat kekhawatiran benturan dengan kelompok aliran ekstrim. Misal seperti FPI.

Padahal dari hak asal-usul istimewa kedaerahan, tiada bermasalah obyek wisata umum seperti pantai Ancol.

Kecuali pada lokasi-lokasi obyek wisata ziarah sejarah.

Lama-kelamaan Amerika pada pertumbuhan di masa klasiknya di beberapa wilayah sejak merdekanya menjadi wilayah-wilayah liar.

Imigran dari Eropa, Asia berdatangan ke Amerika Serikat. Tapi, orang Asia sudah melakukan perjalanan pergi-pulang ke benua Amerika, karena pribumi Indiannya pun berasal dari Asia, sejak 20.000 sm/bc.

Seperti dulu biasa karena termasuk wilayah Asia, kemudian Amerika menjadi dominan kekuasaan orang barat.

Dan orang Asia juga jadi dianggap orang asing, imigran, bahkan mulanya di jadikan budak, hingga setingkatnya pelayan rendahan di Amerika. Padahal dulunya pribumi serumpun bangsa natif Indian.

Seperti hubungan mitos cerita Indian menceritakan berasal dari keturunan ikan paus. Simbol ikan pausnya sebenarnya bangsa Asia.

Bahkan karena nampak dominan kekuasaan, dan kapitalisme barat, seolah bangsa barat sendirian yang mendirikan Amerika Serikat.

Maka yang bangsa Asia, bahkan kesultanan Banten dari perwakilan Indonesia sebagai negara pertama yang mengakui kedaulatan kemerdekaan AS pun, jadi terlupakan jasanya, hanya di tuliskan Kaisar Perancis, Louis XVI.

Teringat pula ungkapan kekesalan alm. aktor bintang laga, Bruce Lee, mengatakan kekesalannya mulanya tiba di Amerika Serikat, bagaikan orang Cina yang sekedar di suruh senyum, merendah, dan hanya di jadikan pelayan rendahan.

Nampaknya demikian dulunya orang Asia di perlakukan di AS.

Bahkan seorang mantan Jenderal Indonesia pernah mengatakan kekecewaan dan kontroversinya. Lantaran ketika di AS., tiba-tiba di tangkap oleh polisi AS, kemudian di interogasi hingga berjam-jam.

Kejadiannya di masa kepresidenan George W. Bush. Atau pernah kejadian mahasiswa Indonesia di AS tiba-tiba banyak asal di tangkapi, setelah peristiwa insiden tragedi 9 September 2000.

Atau kontroversi ketika peristiwa bom kuningan, hingga Marriot, bom Bali, padahal pelakunya pun ada berinisial nama Arab dan Malaysia.

Tapi yang banyak di usut dan kena di tangkapi, jadi sasaran Densus, bahkan buruan AS, cuma yang di Indonesia.

Bahkan beda pula perlakuannya pada Raja Inggeris ketika datang ke AS di perlakukan istimewa, padahal mantan kolonialnya.

Ketimbang misal pada keluarga putera mahkota kesultanan gunung sepuh Banten, perwakilan negara pertama yang pernah mengesahkan kemerdekaan berdaulat negaranya AS.

Bahkan yang dapat saham dan termasuk sebagai Direktur di perusahaan raksasa bidang animasi, ilustrasi dan hiburan, Walt Disney Co., pun cuma Pangeran putera mahkota Arab Saudi, padahal dari asal-usulnya dari keluarga Abbas, pamannya Nabi SAW.

Itulah termasuk injustice Bill of right di AS., padahal mestinya sesuai Bill of Right, AS lebih berbuat untuk menghargai dan mengistimewakan Kaisar Sultannya dari Banten Darussalam yang pernah sebagai otonomi negara pertama mengesahkan kedaulatan kemerdekaan negaranya.

Bahkan nyatanya dari keluarga feodal, pendiri dan anggota CIA pertama, hingga di antara Presiden AS., pun kerabatnya keluarga putera mahkota kesultanan Banten pula.

Justru bukan kerajaan Arab Saudi. Di mana bahkan si Pangeran Arab Saudi pemilik saham Walt Disney pun bukan lulusan Sarjana Seni,(S.Sn/Bachelor of Art) bisa punya kemampuan standar menggambar, melukis, membuat ilustrasi,sebagai  bekal konseptor art director.

Hanya karena bermodalkan dari perusahaan tambang minyak di Arab Saudi, padahal pula wilayah Arab Saudi mulanya di dirikan dan pemilik pertamanya Bani Ismail, hingga Nabi Muhammad SAW., dan cucu-cucu dzuriyahnya pula sebagai keturunan pemimpin Quraisy, sejak Nabi Ismail ‘as., Qushai, Abdul Mutholib.

Artiannya tanda, bahwa kelompok kerajaan Arab Saudi juga telah melakukan korupsi, berbuat curang (thoffif) pada bagian hak istimewanya dzuriyah di Arab, termasuk di Kuwait, Dubai, Qatar.

Padahal kata pepatah AS., There’s no peace without true justice.

Kota New Amsterdam kemudian menjadi kota New York tadinya bermula dari kawasan yang juga berpermukiman kumuh dan terdapat di kuasai sindikat geng kriminal.

Sindikat geng kriminal di New York di kuasai oleh kelompok orang-orang Irlandia menurut cerita geng of New York.

Geng Irlandia ini juga di pimpin oleh ketuanya yang kejam, dan jago memainkan senjata tajam.

Di New York, sindikat geng kriminal Irlandia, sengaja menyebarkan pengaruhnya dengan kriminal. Misal hingga punya jaringan bawahannya kelompok pencopet, hingga memiliki usaha pelacuran.

Hingga Walikota pun tidak berani pada geng kriminal Irlandia itu. Tapi, melalui aksi satu pemuda Irlandia yang juga imigran, berhasil mengubah situasi di kota New York. Bahkan ia berhasil mengalahkan si ketua sindikat geng.

New York kembali di bangun, tapi kedatangan juga sindikat kriminal baru, hingga di masa awal abad 20 m. Sindikat yang juga di sebut gangster, hingga mafia.

Sindikat gangster atau mafia juga berjaringan dengan kelompok putera Iblis-Batara Kala  di segitiga bermuda.

Mereka juga terindikasi sengaja membuat konspirasi hingga ke Perang dunia I hingga ke  II, juga untuk pengamanan sindikat mafia kapitalismenya.

Kelompok yang di sebut dulu gangster atau mafia juga ada yang sebenarnya masih tergolong punya sifat baik. Tapi lantaran juga muncul kelompok regenerasi yang bahkan hingga menawarkan ke bisnis yang lebih menjerumuskan, seperti narkoba.

Surosena jadi teringat, dulu waktu ikut tes masuk ke perguruan tinggi negeri di UI, mendaftarnya ke jurusan Kriminologi. Kini ia jadi mempelajari kriminologi pula dengan kronologi sejarahnya. Tapi, seni dan realisme juga berhubungan.

 Latarnya terinspirasi juga dari melihat dan membaca tulisan-tulisan cerita misteri, seperti di Intisari, serial Agatha Christie, Hercule Poirot, Miss Marple, Trio Detektif ???, petualangan 5 sekawan, yang juga menampilkan ilustrasi-ilustrasi visual realisme yang bagus.

Dari ingatan bacaannya tersebut, mendapatkan penemuan pula, bahwa jadi penyelidik tidak mesti kuliah atau lulusan jurusan kriminologi. Setiap manusia juga pelajar. Dan manusia dapat belajar di mana saja, seperti ucapannya penyanyi cakep, Raisa.

Baru di usia dewasanya, membaca buku-buku koleksi bapaknya yang mantan TNI-AL. Bahkan teringat dulu kadang berdebat dengan ayahnya, soal menganjurkan untuk masuk ke militer, atau polisi. Seolah lembaga-lembaga itu yang paling benar dan dominasi negara.

Nampak di koleksi bapaknya waktu jadi mahasiswa militer, adalah berupa: buku pelajaran renang, beladiri Judo, yang mungkin cocok untuk beladiri ketika sedang di kapal, hingga buku-buku cerita agen intelijen Hawk dan 007 James Bond.

Bahkan terdapat fenomena, CIA pun mengangkat ketua intelijen dari profesi seperti guru di masa kini, justru bukan lagi dari polisi, militer.

Tapi, jika di tawari sebagai agen CIA, Surosena lebih memilih sebagai agen netral. Karena untuk jihad menegakkan rasa keadilan, sebaiknya di posisi netral. Atau sesuai haknya saja sebagai putera mahkota Sultan Banten Darussalam.

English: Dutch Schultz 1935

English: Dutch Schultz 1935 (Photo credit: Wikipedia)

 Bumpy Johnson keluar dari penjara setelah membunuh orangnya sindikat Dutch Schultz

Bumpy Johnson baru di keluarkan dari penjara, setelah perselisihannya dengan kelompok mafia besar, Dutch Schultz atau Arthur Flagenheimer. Ia membunuh anggota Dutch Schultz.

Bumpy Johnson kembali ke kelompoknya Madame Q. Kelompok Madame Q ini adalah kelompok penjuan lotere undian yang terdiri dari kulit hitam/ peranakan Afrika di Amerika, tepatnya di kawasan Harlem.

Kawasan warga Afro yang di cap buruk, terbelakang akibat manipulasi dan di kuasai sindikat Dutch Schultz, di Amerika Serikat. Dutch Schultz ini sebetulnya orang Yahudi bernama Arthur Flagenheimer. Tapi kemudian menjadi bos mafia  yang licik dan kapital memonopoli. Bahkan dengan kolusi kelompok sindikat dengan pejabat pemerintah di belakangnya. Juga di bekingi polisi korup, dan kolusi sindikatnya.

Karena susahnya mencari lapangan kerja, dan hidup normal akibat di tekan sindikat Dutch Schultz, membuat Madame Q dan kelompok nya warga Afro membuat usaha lotere undian. Tapi usahanya pun di tekan dan malah di bajak oleh sindikat Dutch Schultz, lantaran kawasan Harlem juga strategis sebagai lapangan usahanya ikutan membuka bisnis lotere undian.

Dutch Schultz

Dutch Schultz (Photo credit: Wikipedia)

Tapi Dutch Schultz ini juga yang memulai dengan cara monopoli dan kekerasan, bahkan sindikatnya bersenjata. Ia juga mempekerjakan antara polisi kulit putih (waktu itu polisi dominan kulit putih), anggota kulit putih dan kelompok gang Afro yang kuat.

Bumpy Johnson mulanya ketika kembali pada Madame Q di terima dengan ramah, bahkan dengan teman-temannya.

Suatu ketika, kelompok Madame Q di undang oleh bos elit Dutch Schultz. Mulanya di tawarkan bermitraan, tapi juga dengan bagi hasil yang di rasa tidak adil, Dutch Schultz mesti dapat 80 %, atau ancaman dengan memperlihatkan kantung zakar salah satu anggota Madame Q, yang di potong oleh sindikatnya.

The Last Words of Dutch Schultz

The Last Words of Dutch Schultz (Photo credit: Wikipedia)

Photo of Ellsworth Raymond

Photo of Ellsworth Raymond “Bumpy” Johnson (October 31, 1905 – July 7, 1968), an African-American mob boss and bookmaker in New York City’s Harlem neighborhood. (Photo credit: Wikipedia)

Kelompok Madame Q dan kelompok Dutch Schultz sempat bertodong-todongan senjata di meja transaksi.

Dutch Schultz sambil tertawa menang menyindir pada Bumpy Johnson.  Tapi Bumpy Johnson menimpali balik,” Oh yeah tunggu saja nanti.”

Suatu hari, Madame Q mengajak anggotanya menonton pertunjukan seni opera.

Di tengah jalan, tiba-tiba kendaraannya di stop polisi. Bahkan di depannya nampak truk kendaraan berlabel polisi.

Tiba-tiba saja si polisi mengarahkan senapan mesin, dan dari mobil, juga truk keluar anggota sindikat menembaki ke arah mobil Madame Q dan pengawalnya.

Pengawal utama dan kesayangan Madame Q yang duduk di kursi depan mobil Madame Q turut langsung membalas tembakan. Beberapa anggota sindikat tertembak olehnya,,,tapi tubuh besar dan tingginya pun tersungkur setelah bertubi-tubi di tembak senapan mesin anggota sindikat Dutch Schultz.

Tapi para anggota sindikat penasaran,,,,di mana Bumpy Johnson?

,,,Tiba-tiba saja dari dalam persembunyiannya di mobil dengan melindungi Madame Q, Bumpy Johnson menembakkan pestolnya.

Kemudian dari tangan satu anggota sindikat, Bumpy Johnson mengambil senapan mesinnya kemudian gantian menembaki anggota sindikat. Menyusul anggota Madame Q membantunya.

Hingga gantian banyak anggota sindikat Dutch Schultz berjatuhan. Termasuk polisi anggota sindikatnya. Semua habis terbantai di tengah jalan di kota Harlem.

Di balik mobil dan kepulan asap, Surosena melihat peristiwa dari balik dinding sudut kota.

Bumpy Johnson mulai membalas main kasar akibat di khianati duluan

Bumpy Johnson bersama saudaranya mulai beraksi melakukan pembalasan. Uang-uang hasil usaha, atau monopoli lotere undiannya Dutch Schultz di rampoknya di segenap penjuru kota Harlem.

Bahkan perusahaan miras milik Dutch Schultz turut di rampok. Uang dari hasil usahanya Dutch Schultz di segenap Harlem banyak raib di kuras oleh Bumpy Johnson dan saudaranya. Uangnya kemudian di bagi-bagikan buat warga miskin sebangsanya di  segenap penjuru Harlem.  Sebagian di ambil Bumpy Johnson dan saudaranya. Termasuk buat Bumpy Johnson dan saudaranya berkencan dengan kekasihnya.

Bahkan di pakai Bumpy Johnson menikahi kekasihnya.

Sebagian di pakainya untuk mengembangkan bisnis undian lotere. Karena warga juga di bantu daya ekonominya, banyak warga Harlem yang bersimpati mendukung usaha Bumpy Johnson dengan sukarela.

Hingga bisnis undian loterenya jadi yang  berganti menguasai kota Harlem.

Harlem
Harlem (Photo credit: thomaswanhoff)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: