Articles

Jurnal novel komi petualangan agen 005-Surosena: Perjuangan Kemerdekaan:X-Files misteri peristiwa Gestapu

In Uncategorized on 14 February 2013 by tbrmariefz Tagged: , , , , , , , ,

Surosowan-Tb Arief Z-flamming art

Font novel komik-agen 005 Satria Surosena. (2012) By Tb Arief Z-flamming art

Surosowan-Tb Arief Z-flamming art

Desain-1 Cover Perjuangan Kemerdekaan. (2012) By Tb Arief Z-art

Di masa sejak Wali Songo di pegang Ketua kedua, urat revolusi darah muda Pangeran Pajajaran dan Mojopahit membuat perubahan lengser keprabon di kekuasaan kerajaan Hindu-Mojopahit dan Pajajaran, menjadi peralihan kekuasaan kasultanan-kasultanan Islam.

Tapi di masa sekitar hingga pasca 1965, yang terjadi justru lebih berbahaya dengan tentara muda bersenjata, atau hingga masa kini tentara dan polisi sama berijin senjata, menjadi orang yang lebih berbahaya, ketika menggunakan ijin senjatanya semena-mena. Dan menggunakannya termasuk melakukan penindasan, pembunuhan, semena-mena pada rakyat.

Menurut DN Aidit, sebelum tewas di tembak di gunung Slamet, gestapu/ gestok adalah akibat pralaya internal tentara.

Menurut beberapa sumber, di tahun 1965, situasi pemerintahan di negara Indonesia memasuki krisis ekonomi yang sangat parah.

Dampaknya di waktu itu Indonesia adalah negara yang kena imbas embargo ekonomi, sejak keluar dari keanggotaan PBB. Lantaran tidak setuju DK-PBB di pengaruhi untuk kepentingan operasi militer AS di Vietnam.

Bahkan pasukan Indonesia sempat di tarik dari Vietnam.

Entah juga apakah ada hubungannya ketika Presiden Vietnam tadinya sekedar di ancam AS, malah tewas terbunuh oleh tentaranya. Peristiwa ini membuat Presiden Kennedy semakin stress.

Dan pemilik hak Veto ( hak kekuasaan istimewa) di PBB, terdapat di sebut 5 negara, AS, Inggeris, Perancis, Uni Sovyet, dan Cina, di antara segenap negara-negara di bumi. Dari sejarah ini, terdapat diskriminasi juga memasuki sejarah masa modern abad 20 m.

Dan sejak 1963, Negara Indonesia juga telah mengalami perang lagi dengan Belanda dan AS, berhubungan misi pembebasan Irian Barat dari pendudukan negara asing, Belanda-AS, untuk di masukan ke wilayah kesatuan NKRI.

Dan di 1964 perang kemudian misi ” Ganyang Malaysia.” Akibat ketegangan di picu PM Malaysia duluan melecehkan Indonesia. Sewajarnya negara saling menghormati dan menolong. Dan menghormati hak masing-masing.

Nabi SAW., juga bersabda,” Haram hukumnya, saling sinis/ menjatuhkan.” Dan “Barangsiapa tidak menyayangi, tidak di sayangi.”

Dampaknya ke 1965, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Di samping juga akibat kena sanksi embargo ekonomi dari PBB, karena manipulasi AS.

Nampaknya situasi sejak 1950-an, ke periode awal pasca meraih kedaulatan kemerdekaan negara Indonesia, Indonesia masih dekat   usahanya untuk menghilangkan sisa-sisa  dampak penjajahan yang telah berabad-abad dan  muncul kembalinya nekolim di sekitar Indonesia.

English: Official Portrait of President Sukarn...

English: Official Portrait of President Sukarno. Bahasa Indonesia: Foto resmi Presiden Sukarno. (Photo credit: Wikipedia)

Bahkan Pak Karno pernah berkata,” Amerika kita setrika, Inggeris kita linggis.”

Kemudian karena situasi waktu itu Indonesia masih dekat waktu meraih kedaulatan kemerdekaan negara, dan lepas dari penjajahan, kemudian masih dekat permasalahan dengan negara-negara barat mantan penjajah Indonesia, yang di sebut nekolim, makanya Presiden Soekarno mencanangkan sosio-nasional, hingga  ke industri, perusahaan-perusahaan, hingga ke seni di Indonesia, mesti Indonesia juga.

Bahwa Indonesia mesti supremasi di atas tanah negaranya sendiri. Di sebut Presiden Soekarno di pidatonya, BERDIKARI. Berdiri di atas kaki sendiri.

Walau ironisnya, kemudian Pak Karno juga berbenturan dengan pemenjaraan grup musik anak muda di masa itu, Koes Plus yang terjerat dakwa membuat musik gaya barat modern waktu itu. Personil Koes Plus sempat mendekam di tahanan beberapa waktu. Padahal musiknya tetap berlirik Indonesia. Grup Koes Plus masih Indonesia menurut sudut kacamata sebagian orang Indonesia.

Pernah Pak Karno juga menegur putera sulungnya, Guntur Soekarnoputera lantaran suka mengebut. Pak Karno memperingatkan Guntur S, supaya berhati-hati, karena di sekitar jalan terdapat tukang becak, dll. Dan waktu itu belum seperti di jaman Tommy Soeharto, dimana Indonesia sudah membangun sirkuit balap nasional seperti di Sentul. Anak muda belum mendapatkan segenap saluran infrastrukturnya. Dan kebetulan di istana juga sedang ada Pak Chaerul Saleh.

Pak Karno juga menasihati Guntur Soekarnoputera sambil membandingkan dengan Chaerul Saleh sebagai figur pemuda.

Tapi setelah Guntur Soekarnoputera naik lagi mobilnya, di susul Chaerul Saleh mengendarai mobil pribadi satu-satunya, VW Carmandhia merah-hitam di jalan Senopati yang masih sepi waktu itu, keduanya pun balapan.

Pernah Dr. Chaerul Saleh mengajak adik iparnya, dari saudara adik sepupu isterinya ( nenek penulis), Siti Johana Menara Saidah (Ibu Yo), jalan-jalan ke Jakarta naik mobil VW Carmandhia. Kemudian pun muncul isu, bahwa Dr. Chaerul Saleh punya perempuan simpanan. Kadang/ mungkin waktu itu media tidak obyektif.

Tapi walau demikian, saluran irigasi hingga ke pelosok desa telah di bangun oleh Dr. Chaerul Saleh, yang juga menjabat Menteri Pembangunan di masa Kabinet Revolusi.

Dr. Chaerul Saleh juga telah membangun PT. Krakatau Steel, yang juga di masukkan sebagai BUMN Indonesia. Bahkan Ibu Megawati Soekarnoputeri pernah mengatakan, bahwa Krakatau Steel pernah menjadi perusahaan logam tingkat berat.

Krakatau Steel di bangun dari uang negara/ uang rakyat. Maka termasuk hak rakyat dan negara Indonesia.

Dan di masanya, juga terdapat peninggalan konstruksi proyek Pembangkit Tenaga Nuklir, tapi belum selesai. Akibat baru setahun kabinet Revolusi sejak 1964, terjadi peristiwa Gestapu 1965. Di mana segenap pejabat orla di tiadakan, Menteri-menteri di tangkapi. Bahkan Presiden Soekarno di jadikan tahanan rumah dan di awasi ketat oleh militer waktu itu. Alias di sabot.

filedesc Source: This picture of Soekarno is a...

filedesc Source: This picture of Soekarno is a photo officially released by the Indonesian government and as such is in the public domain according to Article 14 item b of the Indonesia Copyright Law No 19, 2002 (Photo credit: Wikipedia)

Pemerintah AS, di masa Presiden Kennedy waktu itu, juga pernah berkunjung dan bertemu Presiden Ir. Soekarno. Bahkan first lady AS, isteri Kennedy mengatakan, Presiden Soekarno nampak berwajah cabul.

Dr. Chaerul Saleh
Dr. Chaerul Saleh

Di 1965, pada peringatan hari Maritim, di Jakarta Dr. Chaerul Saleh mengucapkan pidato sambutannya. Pidatonya adalah mengenai usulan program pemerintah untuk menciptakan modal ekonomi dan infrastruktur primer-sekunder rakyat dan pengembangan termasuk ke landreform negara Indonesia. Latarnya, Dr. Chaerul Saleh menyampaikan pengamatannya pada kenyataan nelayan di laut, ketika memasuki masa badai, menjadi tidak melaut alias tidak punya penghasilan nafkah kesehariannya. Maka perlu di adakan prasarana ( back-up) penunjang usaha. Demikian juga kiasan deskripsinya pada Indonesia.

Misal jika nelayan tidak melaut akibat badai, maka di prasaranai cadangan bekerja di pertanian/ perkebunan. Atau peternakan. Seperti petani/ pekerja kebun dengan cadangan prasarana pekerjaan sebagai peternak.

Seperti mempersiapkan modal ekonomi primer dan sekunder bangsa Indonesia.

Dr. Chaerul Saleh juga menyinggung hubungan usulan programnya yang juga maksudnya tidak bertentangan dengan Pemimpin besar Ir. Soekarno dengan canangannya Nasakom (Nasional Agama Komunis) waktu itu. Di mana di komunis dan di UUD 45 juga terdapat pasal mengenai menciptakan pemerataan kesejahteraan dan penghidupan layak bagi bangsa Indonesia.

Dan usulan landreformnya, adalah melalui perbandingan pengamatan dengan misal pertanian/ perkebunan seperti di AS dan negara Eropa telah menggunakan juga mesin/ teknologi modern. Contoh mesin bajak. Ini seperti bagian dari konsep pembekalan prasarana/ infrastruktur primer-sekunder.

Water buffalo in Sumatra, Indonesia.
Water buffalo in Sumatra, Indonesia. (Photo credit: Wikipedia)

Film-film, dokumentasi, media AS dan jurnalis AS, Australia sebagai eks komplotan sekutu dan penjajah nekolim di Indonesia nampak cuma memperlihatkan sudut krisis ekonomi akibat kesalahan pemerintah orde lama, tapi menutupi soal manipulasi sabotasenya melalui sanksi embargo ekonomi yang di lakukannya melalui PBB pada Indonesia.

English: Insignia of the National Intelligence...
English: Insignia of the National Intelligence Agency in Indonesia Bahasa Indonesia: Lencana dari Badan Intelejen Negara di Indonesia (Photo credit: Wikipedia)

Bahkan terdapat di dokumentasi buku 30 tahun Indonesia Merdeka, kalau juga terdapat masuknya penempatan anggota CIA di Indonesia di 1965.

Terdapat juga isu mengenai Pemerintah AS telah memberikan dana bantuan senilai 5 juta USD. Tapi hingga kini pun soal dana tersebut atau juga disebut sebagai dana revolusi, juga masih menjadi misteri.

Menurut buku Menteng 31, tulisan AM Hanafi, Dr. Chaerul Saleh ketika Dubes RI di Kuba, AM Hanafi yang juga pernah menjadi anggota partai MURBA bersama Dr. Chaerul Saleh, tiba kembali ke Indonesia di 1965, mengatakan bahwa Dr. Chaerul Saleh nampak kelihatan sangat perihatin, dan mengatakan padanya situasi di negara Indonesia sangat kacau.

Di 1965, terjadi demonstrasi rakyat pada Presiden Direktur sekaligus pendiri Pt. Pertamina, Ibnu Sutowo. Ibnu Sutowo ini di majalah pernah mengatakan masih keturunan dari Sultan Pajang, Hadiwijaya. Beliau juga mantan purnawirawan tentara.

Ibnu Sutowo di duga melakukan korupsi dari hasil minyak bumi. Bahkan juga kena terseret hingga ke pengadilan.

Dan rakyat kesal karena terjadinya kelangkaan BBM. Rakyat di beberapa wilayah mengantre minyak tanah. Waktu itu minyak tanah adalah kebutuhan utama, seperti untuk keperluan memasak. Waktu mayoritas rakyat belum pakai kompor gas. Masih pakai kompor minyak tanah.

Ada juga sumber bahwa kelangkaan BBM waktu itu terjadi akibat manipulasi penyabotan dari konspirasi Mayjen Pangkostrad Soeharto.

Mentamben Dr. Chaerul Saleh melindungi Ibnu Sutowo, karena menurutnya Ibnu Sutowo cuma korban fitnah.

English: This is the picture of Museum Sasmita...
English: This is the picture of Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Jakarta, Indonesia (Photo credit: Wikipedia)

Sejak di 1964, kabinet Revolusi, Menpangad ialah Letjen (AD) Ahmad Yani.

Ada sumber yang menyebut di kemiliteran, Ahmad Yani lebih muda dari Soeharto. Tapi Ahmad Yani lebih cepat dapat kenaikan

Lt. Gen. Ahmad Yani, Indonesian Army Commander...
Lt. Gen. Ahmad Yani, Indonesian Army Commander killed in 1965 (Photo credit: Wikipedia)

pangkat hingga Letjen dan di angkat sebagai Menpangad di masa Kabinet Revolusi, orde lama. Karenanya Mayjen (Pangkostrad) Soeharto iri pada Menpangad Letjen Ahmad Yani.

Pada peristiwa penaklukkan DI/ TII, Menpangad, Pangtinya adalah Letjen Ahmad Yani. Seperti ketika penaklukkan DI/TII Kartosuwiryo.

Setelah di kepung di Gunung, pasukan DI/TII menyerah. Kartosuwiryo di tandu ke rumah sakit.

Setelah penaklukkan DI/TII, Dr. Chaerul Saleh juga menanyakan bagaimana Kartosuwiryo. Karena bagaimanapun Kartosuwiryo juga mantan teman seperjuangan waktu gerilya kemerdekaan, bersama-sama dengan beliau, Menpangad Pangti Letjen  Ahmad Yani.

Menurut sumber, pernah Menpangad Letjen Ahmad Yani menegur Mayjen Soeharto, lantaran ketahuan menyelundupkan besi keluar negeri dalam jumlah yang besar.

Col. A Yani leading a briefing on 12 April 1958
Col. A Yani leading a briefing on 12 April 1958 (Photo credit: Wikipedia)
  • Dr. Chaerul Saleh mendapatkan surat ancaman menyebut dirinya termasuk daftar utama target pembunuhan PKI
  • Dr. Chaerul Saleh menyuruh orang-orangnya untuk menyelidiki siapa pengirim surat ancaman berlabel PKI

Sumber Tempo, surat tersebut di kirim oleh buatan Mayjen Soeharto

Demostrasi rakyat kian meningkat akibat di samping krisis ekonomi, harga-harga naik melambung.

Menteri Ekonomi, Yusuf Muda Dalam di pidana korupsi

Ketika kesulitan sedang terjadi di pemerintahan, di perparah dengan perbuatan oknum pejabat melakukan korupsi.

Menurut sumber, Menteri Ekonomi, Yusuf Muda Dalam menikah lagi, mempunyai isteri muda.

Pada 1965, Menteri Yusuf Muda Dalam di pidana melakukan perbuatan korupsi dari uang negara/ uang rakyat.

Tower

  • Perselisihan Dr. Chaerul Saleh dan PKI di lerai Presiden Soekarno dan Menlu Ali Sastroamijoyo di Sidang Istimewa
  • Dr. Chaerul Saleh menampar Ketua CC PKI, Dn. Aidit di rumahnya waktu bulan Romadhon, 1965.

Cerita ini dari Ibu penulis, (Tati Murtasih). Waktu itu tengah waktu menjalankan ibadah puasa di bulan Romadhon, tahun 1965. Ketua CC. PKI, DN. Aidit mendatangi rumah Dr. Chaerul Saleh. Waktu itu juga terdapat ibu penulis di sana.

Tiba-tiba saja Dr. Chaerul Saleh berpisah dari DN. Aidit. Dan mengatakan pada (Ibunda) Tati Murtasih, ” Yah, puasa Uda jadi batal deh.”

Kemudian di tanya, dan Pak Lung (Chaerul Saleh) menjawab,” Saya habis nampar Aidit.”

Mungkin Pak Lung kesal, Dn Aidit seperti datang hingga ke rumahnya, dengan jadi mengusik ketenteraman di dalam rumahnya.

Dan di rumahnya Dr. Chaerul Saleh dan isterinya Ibu Yo ( Siti Menara Saidah ) juga terdapat menanggung anak-anak angkat hampir 100 orang. Di antaranya keponakan, termasuk Ibu penulis yang masih sekolah.

Menurut Sumber Tempo

Menurut sumber Tempo, pernah terdapat pertemuan antara Waperdam I Dr. Soebandrio yang juga menjabat sebagai Ketua Intelijen dengan Mayjen Pangkostrad Soeharto.

Terdapat info bahwa Dr. Soebandrio yang juga Ketua PSI dan Ketua Intelijen, punya rencana untuk makar dan mengincar kursi Presiden RI.

Kemudian terjadi pertemuan antara Mayjen Pangkostrad Soeharto dengan Dr. Soebandrio. Bahkan Mayjen Soeharto juga mengatakan pasukannya siap membantu. Atau terdapat perkataan seperti,” Kapan?”, Butuh berapa pasukan?”

  • Gestapu ( Gerakan September )/ Gestok ( Gerakan Satu Oktober)

Sumber Tempo

Di Pangkalan AU, Panglima AU Mayjen Omar Dhani mendapatkan laporan tentang selipan mencurigakan di sekitar kawasan AU.

Mayjen Omar Dhani juga curiga pada Brigjen (AU) Umar Wirahadikusumah.

Panglima AURI Mayjen Omar Dhani kemudian mengumpulkan orang-orang kepercayaannya di AURI, salah satunya Komodor Ignatius Dewanto.

Isu Kontroversi Dewan Jenderal Kehormatan

Menurut sumber, terdapatlah penganugerahan kehormatan pada sejumlah orang di pemerintahan Presiden Ir. Soekarno di masukkan dalam anggota Dewan Jenderal Kehormatan Republik Indonesia. Diantaranya Menpangad Letjen Ahmad Yani dan Dr. Chaerul Saleh.

Letjen Abdul Harris (A.H.) Nasution juga termasuk dalam Dewan Jenderal Kehormatan.

Mungkin latarnya karena kedua orang ini pernah menjadi Komandan Gerilya di masa perang kemerdekaan Indonesia. Dan kemudian mengabdi untuk negara.

Di Kuba pun, Presiden Fidel Castro juga memberikan penghargaan pada saudaranya Erik Castro dan Dr. Che Guevarra. Erik Castro dan Che Guevarra ini pun bukan berasal dari militer sebelumnya. Tapi partisipasinya besar dengan turut mempertahankan negeri Kuba dengan menjatuhkan pemerintahan yang korup, dan hingga mengalahkan invasi pasukan AS ke Kuba di Teluk Babi (Bay of Pig war).

Waktu itu oleh Kuba, tempat titik pendaratan pasukan invasi AS di sebut Teluk Babi/ Bay of Pigs.

Di 1965, Komodor Ignatius Dewanto bercerai dengan isterinya ( adik Bapak penulis dari lain ibu- dari puteri Surakarta). Isterinya kemudian menikah lagi dengan pengusaha Amerika.

Tapi bapak penulis, R. Teguh Pratomo tetap dekat dengan Komodor Ignatius Dewanto, dan tetap juga menjalin hubungan dengan kerabatnya.

Letjen A.H Nasution melakukan pengepungan hingga menodongkan tank ke arah istana Merdeka

Krisis ekonomi yang hinggap pada rakyat, dan ketidakpuasan pada pemerintahan membuat beberapa orang ingin mengambil alih kekuasaan Presidensiil dari Ir. Soekarno. Tapi bukan hanya itu, melainkan utamanya adalah latar ambisi mendapat kekuasaan.

Terdapat isu yang juga menjadi rahasia umum di antara orang Indonesia dulu, bahwa Letjen A.H. ( Abdul Haris) Nasution ialah orang yang berambisi untuk menggulingkan Presiden Ir. Soekarno dan menjadi Presiden RI kemudian, tapi malah di sabotase dan di curi kesempatannya oleh Mayjen Soeharto.

Letjen A.H. Nasution bersama pasukan anak buahnya mengepung istana merdeka. Bahkan tank pun di bawanya menodongkan larasnya ke istana merdeka.

Sewaktu pengepungan istana merdeka ini, terdapat cerita wartawan Australia kena di popor tentara. Hingga terluka parah di bagian kepalanya.

Tapi mungkin maksudnya supaya orang mancanegara tidak memanas-manasi keadaan internal di Indonesia. Walau terjadi kesalahan cara penanganan yang lebih baik dan tepat.

  • Letjen A.H. Nasution di masukkan ke MURBA oleh Dr. Chaerul Saleh

Murba adalah partai Musyawarah Rakyat Banyak. PArtai Murba di dirikan oleh Ir. Soekarno.  Kantornya di Menteng 31.

Sedangkan Gedung MPR sudah di Senayan. Ketua MPRS-nya waktu itu Dr. Chaerul Saleh.

Letjen A.H. Nasution justru di rangkul oleh Dr. Chaerul Saleh ke Murba. Dr. Chaerul Saleh dan Letjen A.H.Nasution sama-sama berasal dari Sumatera. Dan sama-sama pernah ikut bergerilya di masa memperjuangkan kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia.

Peristiwa Gestapu dari film G30S/PKI – sutradara Arifin C.Noor

Pada malam harinya Polisi Karel Sasuit Tubun berpatroli dengan sepeda.

Terdapat truk-truk militer mulai berjalan di sekitar Jakarta.

Beberapa truk militer sempat melintas Gedung AKA, ( kini Gedung Suara Karya, di Jl. Bangka), di jalan yang dulunya bernama Jalan Bangke.

Jalan Bangke dulunya tempat sarang rampok dan para tua bangke Jakarta. Dulunya wilayah ini sepi dan cuma banyak pepohonan dan kebun, dan juga telah terdapat beberapa keturunan Surosowan dan keturunan Pangeran  Jayakarta sejak lama menjadi penghuni, di samping kelompok rampok sehabis merampok membuang mayat korbannya di sekitar wilayah Bangke. Di arah kanannya wilayah Kemang yang dulunya juga tempat kawasan elit yang di bangun untuk perumahan orang-orang Belanda yang kaya.

Orang Bangka dulu seperti warga kelompok Mat Ronda/Pitung di samping perumahan orang-orang Belanda yang kaya di Kemang. Di masa pemerintahan kolonial, di abad 19 m, orang-orang Betawi sebagian menjadi kelompok rampok. Korbannya biasanya bangsa penjajah yang kaya, atau orang kaya kapital antek pemerintah kolonial.

Dan asal nama Mampang ialah dari nama Pendekar Jampang.

Tapi setelah masa berdaulat Kemerdekaan RI, wilayah Bangke berubah menjadi jl. Bangka dan di sekitarnya menjadi gang-gang Amal 1, 2,3 , dst.

Jika melintasi Kemang melintasi Cilandak, terdapat wilayah bernama Ragunan. Asalnya dari nama Senopati Mataram yang gugur, Wirogunan. Pasukan Mataram kemudian menguburkan Senopatinya Wirogunan. Dan dari makamnya, wilayah ini di namai Ragunan.

Hingga kini pun pernah terdapat temuan Densus 88, kalau di sekitar Jl. Bangka tertangkap anggota kelompok teroris.

Di Kemang juga terdapat kelompok Masjid tertua di Jakarta yang di dirikan oleh Wali dari Banten di abad 19 m. Orang Betawi dulu, walau rampok n( di masa kolonial Belanda), tapi juga hormat pada ‘Ulama.

Keluar jl. Bangka dekat dari Gedung AKA, terdapat jalan Kapten Tendean. Di mana di sampingnya terdapat jl. Robert Wolter Monginsidi, seorang pahlawan gerilya berpangkat Letnan, pemimpin pasukan gerilya yang di hukum mati oleh penjajah Belanda di Sulawesi.

Nyatanya korban gestapu di samping Jenderal-jenderal juga para founding father Indonesia

Rumah Letjen A.H. Nasution kebetulan sedang di jaga oleh Letnan (Czi) Pierre Tendean.

Tiba-tiba datang sekelompok Tentara, mengaku dari pasukan pengawal Presiden, pasukan Cakrabirawa hendak membawa Letjen A.H. Nasution menghadap ke Presiden Soekarno.

Letjen A.H. Nasution curiga dengan tentara itu. Beliau sudah mengatakan untuk mengenakan pakaian dinasnya, tapi di larang.

Letjen A.H. Nasution segera masuk ke dalam rumahnya. Kemudian menyuruh isteri dan anaknya masuk ke kamar dan mengunci pintunya.

Letjen A.H. Nasution kabur melalui bagian sekitar rumahnya, tapi sempat tertembak kakinya.

Kelompok tentara yang marah menembaki pintu kamar di mana berada isteri dan anaknya. Puterinya Ade Irma Nasution kena tertembak dan tewas.

Letnan Pierre Tendean yang kebetulan berada di sekitar, kemudian mengaku kalau ia Nasution. Dan Letnan Pierre Tendean di tangkap tentara yang mengaku pasukan Cakrabirawa.

Pasukan Cakrabirawa juga tiba di rumah Letjen Ahmad Yani di Manggarai.

Letjen Ahmad Yani bahkan sempat memarahi tentara yang mengaku Cakrabirawa. Dan ketika berbalik masuk ke rumah di tembak dari belakang. Dan jenazah Letjen Ahmad Yani di seret oleh tentara yang mengaku pasukan Cakrabirawa di angkut ke truk tronton militer.

Sepengetahuan rakyat awam, yang punya truk tronton bercat militer, cuma militer di waktu itu.

Kemudian tentara pasukan Cakrabirawa itu juga mendatangi rumah Letjen Suparman ( juga mantan lulusan terbaik CIA), dan Brigjen Sutoyo, DI. Panjaitan, dll.

Peristiwa penculikan dan pembunuhan Jenderal-jenderal revolusi segera mengundang reaksi keras dari rakyat.

Mayjen Pangkostrad Soeharto segera menemukan lokasi lubang buaya tempat para Jenderal-jenderal revolusi di buang mayatnya dalam satu lobang tersebut.

Keesokan harinya tudingan muncul PKI pelakunya. Tapi DN. Aidit sempat mengatakan, peristiwa Gestapu adalah akibat masalah perang internal dari militer.

Kemudian terjadi demonstrasi besar-besaran rakyat di Jakarta. Di motori oleh perkumpulan mahasiswa KAMI-KAPPI, dengan tuntutan Tritura, tiga tuntutan rakyat : 1. Bubarkan PKI, 2. Bubarkan kabinet Dwikora. 3. Turunkan harga-harga.

Di demonstrasi juga nampak poster-poster bergambar Soekarno bak Presiden diktator.

Dan tiba-tiba saja di waktu demonstrasi, Ketua KAMI-KAPPI dari mahasiswa UI, Arief Rahman Hakim tertembak. Mungkin tertembaknya di sekitar lokasi yang kini bernama jalan Arief Rahman Hakim, dekat stasiun Gambir, dan markas besar Kostrad, kantornya Mayjen Pangkostrad Soeharto dulu di masa orla.

Di istana merdeka, Presiden Soekarno nampak serius dan nampak raut wajahnya dengan kemawasan dan kecurigaan.

Dari sumber menyebutkan Presiden Soekarno tetap curiga juga ada upaya pembunuhan pada dirinya telah menyusup masuk dalam istana merdeka. Pak Karno merasa di istana merdeka sudah tidak aman.

Mayjen Soeharto menenangkan Presiden Soekarno. Dan mengatakan akan setia menjaga Presiden Soekarno.

Di depan halaman istana merdeka juga nampak Kapten RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo memimpin pasukan menjaga dari kerumunan rakyat yang berdemonstrasi di depan istana.

Bahkan Mayjen Soeharto mengatakan siap menjadi Barisan Soekarno.

Dan menurut sumber Tempo (Alm purn. Mayjen Omar Dhani : Saya ingin meluruskan sejarah), Mayjen Omar Dhani juga nampak hadir di istana Merdeka. Dan juga menyebutkan pendapatnya, bahwa Soeharto kelihatan ambisi untuk menjadi Presiden. Di sumber majalah Tempo juga mantan Mayjen AU Omar Dhani menyisipkan foto yang kelihatan wajah Presiden Soekarno memandang serius pada Mayjen Soeharto.  Dan juga nampak pandangannya dengan kecurigaannya juga.

Kata orang barat, a picture is a thousand word.

Presiden Soekarno mengatakan hendak pergi dari istana merdeka, ke istana Bogor. ( sumber buku sejarah).

Dan Presiden Soekarno hanya memilih di kawal oleh tangan kanannya, Waperdam II, Dr. Leimena dan Waperdam III, Dr. Chaerul Saleh. Presiden Soekarno pun pergi dengan menaiki helikopter yang di siapkan di halaman istana Merdeka.

Dari film G30S/PKI sutradara Arifin C.Noor di tampakkan di istana Bogor, Presiden Soekarno sedang di obati dengan pengobatan tusuk jarum oleh dokter Cina.

Kemudian menyusul tiga Jenderal datang ke istana Bogor. Di antaranya Mayjen Pangkostrad Soeharto, Brigjen M. Yusuf.

Pak Karno kemudian berbincang serius dengan Mayjen Soeharto dan Brigjen M. Yusuf.

  • Sumber sejarah ( diluar film G30 S/PKI).

Kemudian tiba-tiba terdapat pemberitahuan dari Menpangad AD ( Mayjen Soeharto menggantikan anumerta Letjen Ahmad Yani), bahwa untuk alasan keamanan, Dr. Chaerul Saleh sementara di posisikan berstatus tahanan rumah. Mulanya.

Kemudian Panglima AU, Mayjen Omar Dhani dan Komodor Ignatius Dewanto ( tangan kanan Mayjen Omar Dhani  menurut pengakuannya di Tempo) juga kena sangkut kasus G30S/PKI atau Gestok. Bahkan di berhentikan dari militer. Padahal Komodor Ignatius Dewanto ialah Pahlawan Nasional, di masa gerilya kemerdekaan, beliau ialah salah satu pilot jagoan AURI yang berhasil menembak jatuh pilot jagoan AS di kesatuan penjajah sekutu. ( Dari info bapak penulis). ( Dan di  sumber foto : terdapat fosil pesawat AS yang jatuh ).

Menurut sumber sejarah, waktu masa perang gerilya kemerdekaan melawan penjajah sekutu di boncengi NICA ( Belanda), di antara skuadron pesawat sekutu, yang paling lincah gerakan dan berkelitnya pilot pesawat AS.

Dan menurut sumber juga, Mayjen Omar Dhani dan Komodor Ignatius Dewanto, termasuk perwira yang kena fitnah di kambing hitamkan di balik seusai peristiwa Gestapu 65.

Setelah di berhentikan, lantaran sudah mendapat cap jelek tersangkut kasus Gestapu, Komodor Ignatius Dewanto hanya bisa bekerja sebagai supir truk. Menjadi seperti ironis dan kontroversi di negeri Indonesia, Pahlawan sebenarnya justru di sia-siakan, di buang, tapi koruptor berjaya, hingga di Jenderal/Perwira tinggi sekalipun. Hingga kini pun orang Indonesia jadi tidak gampang menghormati Jenderal/ perwira tinggi/ aparat, atau pejabat berakademis strata tinggi berdasarkan penilaian obyektif (penilaian seimbang).

Menteri-menteri  juga kena di perkarakan.

Dr. Chaerul Saleh berubah status menjadi tahanan militer melalui surat pemberitahuan Menpangad, Mayjen Soeharto.

Padahal Dr. Chaerul Saleh sudah mengajukan tuntutan untuk di ajukan ke pengadilan. Dan menanyakan apa salah pidananya. Tapi Dr. Chaerul Saleh malah tidak di ijinkan mendapat pengadilan. ( Menurut info dari ibu penulis).

Dr. Chaerul Saleh kemudian menelepon Adam Malik, temannya waktu di Komite van Aksi ( kelompok pemuda waktu persiapan Proklamasi), tapi teleponnya tak di angkat-angkat. ( Menurut sumber buku).

Menurut kesaksian seseorang dari Padang ( di Gambir), dulu ia pernah melihat Chaerul Saleh di telanjangi oleh tentara kemudian di pukuli.

Isteri Chaerul Saleh, Ibu Yo dan Ibu penulis menjenguk Dr. Chaerul Saleh di tahanan militer, tapi memberikan bekal makanan tidak di bolehkan. Bahkan sempat dilarang beberapa kali untuk bertemu. Dan ketika bertemu nampak melihat Chaerul Saleh nampak ling-lung. Kerjanya menanam tanaman di pot.

Begitu pula rakyat yang hendak bersalaman dengan Pak Karno, langsung di larang oleh tentara, dan segera di masukkan ke mobil.

  • Supersemar 1966
  • 1967
  • Mangkatnya Dr. Chaerul Saleh

Jenazah Dr. Chaerul Saleh sampai di rumahnya di jl. Teuku Umar hanya di lapisi gulungan tikar, dari penjara militer.

Laksamana AL, Jenderal Ali Sadikin yang juga hadir, memarahi tentara AD, lantaran melecehkan dan tidak menghargai Dr. Chaerul Saleh.

Sejak peristiwa Gestapu 1965  dan kontroversi asimetris dampaknya kemudian, juga sempat menghasilkan gap-gap pertentangan dingin/ terbuka antar militer AD dengan AL & AU, di samping dengan keluarga anumerta AD korban Gestapu.  Di samping dengan polisi dulu di jaman orla yang masih di nilai baik dedikasinya. Tapi rasa kesatuan negara Indonesia tetap perlu di jaga.

  • Mangkatnya Dr. Ernesto Che Guevarra
  • 1968

Menpangad Soeharto di angkat jadi Presiden RI ke-2

Presiden Soeharto mengirimkan surat pemberitahuan Dr. Chaerul Saleh tidak terlibat Gestapu 65, dengan di tandatangi Menpangad Letjen A.H. Nasution.

lubang-buaya
lubang-buaya

Menurut sumber film G30S/PKI garapan sutradara Arifin C.Noor (dari Yogyakarta), rencana kudeta G30s/PKI di pimpin oleh militer Kolonel Untung.

Menurut sumber Tempo, ada pula konspirator perencananya dari PKI. Dan sumber Tempo juga menyebutkan bahwa konspirator yang di tudingkan dari PKI (Syam) itu tidak benar-benar menjalankan rencananya. Bahkan orangnya menghilang.

Jadinya dari penelusuran sumber-sumber info, terdapat beberapa versi yang masih menjadi misteri siapa konspirator Gestapu 65 sebenarnya. Kasus siapa konspirator / pelaku Gestapu 65 masih kasus X-File.

Dan makna Jas Merah babakan sejarah ini, orang-orang Orde lama ialah orang-orang yang pernah berjasa membangun pondasi-pondasi awal pembentukan negara Indonesia.

Sukarno, accompanied by Mohammad Hatta, declar...

Sukarno, accompanied by Mohammad Hatta, declaring the independence of Indonesia at 10:00 am on Friday, 17 August 1945, at Pegangsaan Timur 56 (now Jalan Proklamasi), Jakarta. (Photo credit: Wikipedia)

Sejak kejadian gestapu, para founding father hingga keluarganya malah sempat di serupakan keluarga tapol  hingga masuk di kurikulum pelajaran sekolah di masa orba

Founding father nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebenarnya disamping tokoh Proklamator Soekarno Hatta yang juga di angkat melalui Barisan Sukarni: Sukarni, Wikana, Chaerul Saleh, dan tokoh-tokoh seperti Dr. Sutan Syahrir, Ki Hajar Dewantara / RM Suwardi Suryaningrat, Dr. Ciptomangunkusumo.

Masih teringat, waktu siswa remaja, Surosena kadang di pandang dengan picingan antara keraguan dan ketidakenakan dari gurunya, di pelajaran PSPB, ketika mengajarkan di BAB Menteri-menteri yang di tangkap lantaran tersangkut kasus gestapu 65. Di mana pelajaran yang bahkan masuk ke kurikulum nasional waktu itu pula jadi kontroversi dengan ketidakbenaran tapi di masukkan ke kurikulum pendidikan ke siswa nasional, melalui mata pelajaran PSPB.

Melihat di tayangan televisi pun, nampak di antara keluarga mantan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, yang juga mengaku pernah hingga berdebat dengan gurunya. Karena dari pelajaran nampak menyudutkan keluarga orang-orang orde lama semua, tapi juga dengan ketidakbenaran dan kontroversinya hingga di masukkan ke kurikulum pendidikan siswa nasional.

Di samping melalui pelajaran seperti melalui mata pelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) di sekolah, membuat keluarga orang-orang orde lama, yang bahkan sebenarnya para founding father nasional Indonesia, justru di balik menjadi keluarga daftar hitam/ keluarga tapol di sangkut-pautkan kasus gestapu 65.  Dimana juga bisa mempengaruhi mental semangat pada keturunan di remajanya yang sedari awam, jadi seperti memasukkan unsur pendidikan bahwa ia  (dibuat) termasuk cap penjahat bangsa.

Padahal setelah baru masa kuliah mungkin jadi bertahap menemukan data-data berbalik pelajaran di masa sekolah menengahnya.

Untungnya, melalui rahmat ALLOH SWT., keluarga Pak Karno dan Pak Chaerul Saleh yang dulu orang-orang tuanya dekat, kemudian di masa modern bisa berkenalan, silaturahmi dan bertemu lagi.

Walau tanpa bicara panjang lebar, tapi bisa empati, sedari remajanya juga melalui perlakuan bak anak keluarga tapol melalui orde baru.

Dan sekitar 2010-an silam, sempat pula terdapat tayangan di Metro TV-X-Files, menampakkan kesaksiannya anaknya D.N Aidit, yang mengatakan pada pelantikannya sebagai anggota Wanadri, kemudian sempat di peluk oleh mantan Kasad dan Kapten RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo dengan menangis pula, dan mengatakan, “Saya minta maaf.”

Atau ketika di tayangan TV, nampak wawancara dengan sutradara Garin Nugroho, menceritakan seperti kekecewaannya ayahnya di tangkap begitu saja oleh militer waktu itu.

Atau ketika sempat bertanya pada keturunan Dr. Sutan Syahrir yang juga dosen lukis di FSRD IKJ, soal Pak Sutan Syahrir setelah peristiwa gestapu 65, dan nampak di wajahnya endapan kesedihan soal itu.

Nampaknya Pak Sutan Syahrir juga turut di tangkap. Kemudian mangkat. Sama seperti Dr. Chaerul Saleh. Bahkan ada saksi yang ketika remaja sempat melihat (di sekitaran 1967) Pak Chaerul Saleh di telanjangi kemudian di gebuki oleh militer. Seperti ada yang bilang, dulu militer memang jahat.

Sama pula misteri dengan yang menimpa pada sesama Waperdam, Dr. Leimena dari Maluku, setelah peristiwa gestapu 65.

Oleh Dokter kerabatnya Ibunya Surosena, pernah pula memberitahu mendapatkan temuan tanda-tanda kebiruan ketika bersama dengan Ibunya turut memandikan jenazah Dr. Chaerul Saleh. Tanda-tanda di racun.

Tapi, di sebutnya dari militer, terjatuh dari kamar mandi.

Bahkan di 1967, ketika di kirim jenazahnya hanya di balut tikar. Seperti  selipan kiasan penghinaan, orang orde lama yang telah gulung tikar.

Tapi, bahkan oleh keluarga dengan dana dari keluarga, bahkan tidak dengan dana negara membangun seperti komplek pemakaman megah astana giri bangun, beliau kemudian di makamkan di TPU Karet, Setiabudi.

Bahkan beliau di jauhkan apa jasanya dulu termasuk founding father, bahkan jauh dari daftar penghuni Taman Makam pahlawan nasional Kalibata.

Tapi realita itu justru menampakkan bahwa pahlawan sesungguhnya bukan sekedar di Taman Makam Pahlawan Kalibata yang sekedar salah satu simbol. Dunia ini juga ada paradoks. Seperti kritik Georg Lukacs filsuf realisme sosialis, realita sebenarnya bukan yang hanya nampak di permukaan yang bahkan ada di buat keseolahan, paradoks.

Bahkan di pelajaran PSPB pun tidak di sebut, bahwa di antara Menteri yang di sebut di pelajaran kurikulum nasional PSPB, seperti Dr. Chaerul Saleh juga berteman dekat dengan Menpangad Letjen Ahmad Yani, yang termasuk Jenderal-jenderal korban di peristiwa gestapu 65.

Atau penghilangan data, mengenai peristiwa Menpangad A.Yani justru pernah menegur pada Mayjen Pangkostrad Soeharto, akibat kasus penyelundupan besi ke mancanegara. Besinya pula dari perusahaan BUMN, Krakatau Steel yang di dirikan oleh Dr. Chaerul Saleh.

Tapi, justru korban yang kecurian di jadikan Menteri cap penjahat bangsa dan negara melalui sebutan tersangkut dengan jaringan komplotan gestapu 65, melalui pelajaran PSPB kurikulum pendidikan nasional. Malahan kontroversinya menyelipkan fitnah baru.

Itulah keburukan ajaran sejarah politik, dengan jegal-menjegalnya, memasukkan konspirasi manipulatif mudhorot, dan pengibulan ketidakbenaran (bid’ah dhoal/ dholim). Tapi pemimpin di antaranya juga telah mengajarkan demikian. Padahal ketika menjadi pemimpin juga imam, ketika sebagai  menjadi rakyat juga makmum. Hingga di masa orba Pak Harto, di masa KIB Pak SBY.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: